22
Des
11

Hatching The Eggs

UNSRI-Palembang. Senin, 28 November 2011 perkuliahan Introduction to RME dibimbing oleh Prof. Dr. Zulkardi, yang merupakan salah satu tokoh P4MRI dari UNSRI-Palembang. Pada perkuliahan tersebut, Prof. Zulkardi memberikan tugas untuk menyusun puzzle secara berkelompok, yang berupa potongan dari sebuah telur. Kami yang terdiri dari 15 mahasiswa dibagi kedalam 5 kelompok, yang masing-masing beranggotakan 3-4 orang. Permainan sekaligus pembelajaran matematika ini diberi nama Hatching The Egg (menetaskan telur). Pada pembelajaran tersebut, tiap kelompok mencoba untuk menyusun dan kemudian menganalisis permainan ini. Tujuan dari permainan puzzle ini adalah untuk menyusun potongan telur sehingga membentuk unggas yang sesuai dengan gambar yang diberikan, kemudian mencari sebanyak mungkin bentuk unggas yang mungkin dibentuk oleh siswa.

Secara umum, konsep pembelajaran menggunakan puzzle ini sama dengan konsep pembelajaran dengan menggunakan tangram yang mana sudah pernah pernah dipelajari bersama pada pertemuan sebelumnya. Namun, tingkat kesulitan menyusun puzzle telur ini lebih tinggi dibanding menyusun tangram sebelumnya. Hal ini dikarenakan bentuk bangun datar hasil potongan puzzle telur lebih rumit daripada potongan tangram. Pada pembelajaran tangram sebelumnya, bagian bagian puzzle yang disusun merupakan bangun datar sederhana (persegi, segitiga, dan jajar genjang), sedangkan pada hatching the egg sedikit lebih rumit dan banyak potongan yang lebih banyak dibandingkan tangram. Puzzle telur terdiri dari 10 potongan bangun datar yang terdiri dari bentuk bangun segitiga dan berbagai modifikasi bangun datar, sedangkan tangram terdiri dari 7 potongan bangun segitiga dan jajargenjang.

Pada awalnya memang lumayan sulit untuk membentuk puzzle tersebut supaya membentuk bentuk unggas yang diberikan, sehingga setelah sekitar 10 menit kelompok kami berinisiatif untuk membuat sketsa bentuk unggas yang tersedia tersebut agar terlihat potongan-potongan yang memisahkan tiap bagian puzzle tersebut. Ternyata memang benar setelah membuat sketsa tersebut, kami bisa dengan mudah menyusun bagian-bagian puzzle tersebut menjadi bentuk unggas yang diinginkan. Setelah menyelesaikan 6 bentuk yang diberikan, kami kemudian membuat kombinasi bentuk lainnya sebanyak 5 bentuk baru. Sebenarnya menurut Prof.Zulkardi seluruh bentuk unggas yang bisa dibentuk berjumlah 50 bentuk. Namun memang sangat sulit untuk menemukan bentuk-bentuk lainnya tersebut.

Permainan ini meskipun adalah pembelajaran dengan menggunakan pendekatan PMRI (Pendidikan Matematika Realisitk Indonesia), namun juga merupakan salah satu contoh model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik pembelajaran abad ke-21,yaitu:

  1.  Adanya communication dalam tiap kelompok. Komunikasi yang terjadi meliputi pembagian tugas,  adu argumentasi/pendapat tentang bentuk susunan puzzle sudah sesuai dengan gambar yang diinginkan atau belum, dan juga dibuktian susunan yang terbentuk telah sesuai.
  2. Collaboration (team work). Sebenarnya melalui komunikasi yang terjadi dalam proses pembelajaran tersebut, maka disitu juga terjadi proses kolaborasi/ kerjasama. Dengan adanya komunikasi yang baik di dalam tim maka proses kerjasama tim akan berjalan dengan baik.
  3. Critical thinking and problem solving. Permainan ini merupakan salah satu cara untuk mempelajari geometri, namun dengan tingkatan yang lebih tinggi daripada sekadar pengenalan bentuk  bangun datar saja. Melalui permainan hatching the egg, siswa diharuskan berpikir kritis dan belajar untuk memecahkan masalah. Dari proses inilah, karakter siswa untuk dapat berpikir, bernalar, dan memecahkan masalah dapat terbentuk.
  4. Creativity and innovation. Salah satu kelebihan dari permainan ini adalah untuk meningkatakan kreativitas dan inovasi kelompok dalam proses pemecahan masalah. Misalnya, biasanya seseorang/kelompok dalam menyusun puzzle akan mencoba hanya dengan cara acak dan kemudian menebak saja hingga akhirnya membentuk gambar yang diinginkan. Sudah pasti jika hanya dengan cara ini akan membutuhkan waktu yang lama. Namun salah satu inovasi yang dapat dilakukan untuk mendapatkan hasil susunan dengan lebih cepat adalah dengan menggambar gari-garis bantu pada bentuk unggas terlebih dahulu yang disesuaikan dengan pola potongan-potongan dari telur. Kemudian baru disusun dan mencoba mengubah di beberapa bagiannya.

Dari 4 karakteristik pembelajaran pembelajaran di abad 21 diatas, dapat kita generalisaikan dalam lima karakteristik pembelajaran dengan pendekatan PMRI dan dapat dijabarkan sebagai berikut :

1.     Phenomenological exploration or the use of contexts (menggunakan masalah kontekstual)

Pembelajaran hatcing the egg sudah pasti menggunakan masalah kontekstual. Masalah kontekstual disini adalah proses menetasakan telur unggas. Secara jelas proses menetasnya telur unggas pernah dilihat/diamati oleh siswa. Meskipun ada yang tidak melihatnya secara langsung, namun tentunya sudah pernah menyaksikan di televisi atau dari buku-buku terkait. Masalah kontekstual ini merupakan titik tolak dimana pembelajaran matematika yang kita inginkan dapat muncul.

2.    The use of the models or bridging by vertical instruments (menggunakan model)

Pembelajaran matematika itu kadang butuh waktuh yang panjang dan sering bergerak dalam berbagai abstraksi maka dalam abstraksi ini perlu digunakan model ataupun media. Model atau media yang digunakan ini bertujuan sebagai jembatan dari tahapan konkret ke abstrak. Namun tentunya ada beberapa masalah kontekstual yang tidak dapat kita perlihatkan dengan model yang riil, diantaranya adalah konteks menetaskan telur ini. Tentunya sulit untuk membawa dan menghadirkan telur yang akan menetas. Sehingga perlu adanya model atau media yang lain, tentunya yang sama-sama dapat mewakili kondisi atau masalah riil yang ada. Model yang digunakan dalam pembelajaran heatcing the eggs ini adalah menyususn bagian-bagian puzzle dari telur menjadi gambar salah satu jenis unggas (ayam, bebek ataupun burung).

3.    The use of the students own productions and constructions or students contribution (menghargai ragam jawaban dan kontribusi siswa)

Proses pembelajaran ini menuntut kontribusi yang besar dari siswa untuk menyusun puzzle dari telur membentuk gambar salah satu unggas. Siswa berupaya untuk memecahkan masalah dengan cara mereka sendiri dalam menyususn bagian-bagian puzzle. Hasil pekerjaan siswa juga tidak dibatasi, semua jawaban yang dapat dijelaskan mengenai bentuk tersebut pasti dihargai oleh guru.

4.    The interactive character of the teaching process or interactivity (interaktivitas)

Pada pembelajaran ini terlihat interaksi yang baik antar siswa dan siswa maupun antara siswa dan guru yang berperan sebagai fasilitator. Guru mencoba menbantu dengan memberikan gambar salah satu contoh dari bagian-bagian puzzle yang telah dibentuk menjadi burung dan siswa disemangati untuk mencari bentuk-bentuk burung yang berbeda. Dalam proses pembelajaran terlihat siswa saling berdiskusi, saling memberikan penjelasan, membangun kerja sama, dan saling menilai serta memberi masukan.

5.    The intertwining  of various learning strands (terintegrasi dengan topik pembelajaran lainnya)

Hubungan pembelajaran hatcing the eggs dengan karakteristik yang terakhir ini adalah karena adanya keterkaitan antara pembelajaran matematika dengan pembelajaran lainnya, salah satunya adalah dengan sains dimana siswa tidak saja belajar memecahkan masalah lewat menyusun puzzle, namun siswa juga dapat belajar geometri dimana ada beberapa bangun seperti segitiga dan juring lingkaran. Serta berhubungan dengan masalah biologi mengenai masalah telur dan macam-macam unggas.

About these ads

0 Responses to “Hatching The Eggs”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Koordinator

Blog Stats

  • 30,199 hits

Kalender

Desember 2011
S S R K J S M
« Sep   Jan »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Arsip


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 26 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: