Archive Page 2

27
Mei
11

Dua Dosen Belanda Berkunjung dalam Rangka “Thesis Defense” Mahasiswa IMPoME UNSRI dan Workshop

Tanggal 19 – 23 Mei 2011, dua dosen Belanda: Frans van Galen dan Dolly van Eerde dari Freudenthal Institute Utrecht University berkunjung ke Palembang dalam rangka memenuhi agenda pelaksanaan ” Thesis Defense” mahasiswa IMPoME UNSRI angkatan pertama dan workshop yang bertujuan untuk menulis paper yang akan diterbitkan dalam jurnal. Pelaksanaan “Thesis Defense” juga dihadiri oleh Prof. R.K Sembiring selaku pimpinan IP-PMRI di Indonesia.

26
Mei
11

senangnya belajar kelipatan persekutuan dengan pendekatan pmri (part 2)

Siswa seharusnya mengalami dan mengkonstruk pengetahuan matematika melalui rangkaian aktivitas seperti pendapat Freudental bahwa “Mathematics is human activity”. Ada banyak cara yang dapat dilakukan guna menggiring siswa untuk mengkonstruk pengetahuan mereka salah satunya melalui permainan. Dalam video berikut, permainan biji bekel dapat digunakan dalam pembelajaran kelipatan. Kelanjutan dari video pembelajaran sebelumnya, proses belajar mengajar kelipatan dapat menjadi menyenangkan dan bermakna bagi siswa karena mereka dapat belajar sambil bermain. (yk)

13
Mei
11

Senangnya Belajar Kelipatan Persekutuan dengan Pendekatan PMRI (Part 1)

Mengajar dan belajar matematika tidak selamanya menjadi hal yang menakutkan. Dengan menggunakan pendekatan PMRI, belajar matematika dirasa bermakna bagi siswa karena mereka terlibat dalam mengkonstruk pengetahuan. Video berikut dapat dijadikan gambaran betapa anak – anak dapat melalui pembelajaran matematika dengan menyenangkan. Video ini memuat sebuah segment pembelajaran materi kelipatan persekutuan yang dilakukan dalam satu kelompok siswa. Bertindak sebagai pengajar adalah Dr. Ratu Ilma Indra Putri. M.Si (Dosen Universitas Sriwijaya) dan melibatkan 15 siswa SDN 117 Palembang.

22
Nov
10

Pendaftaran International Master Program on Mathematics Education (IMPoME) Tahun Ketiga

IMPoME adalah kerjasama di bidang Pendidikan Matematika antara Indonesia dan Belanda. Kerjasama antara Universitas Sriwijaya, Universitas Negeri Surabaya, dan Utrecht University ini telah dilaksanakan sejak 2009, dan saat ini sedang membuka kesempatan bagi para calon dosen untuk melanjutkan pendidikan di tingkat master (S2) yang dimulai tahun 2011.

Mahasiswa IMPoME mendapatkan beasiswa penuh selama belajar, yakni dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) selama kuliah di Indonesia, dan dari StuNed NESO selama kuliah di Utrecht University, Belanda. Saat ini, 13 mahasiswa IMPoME tahun pertama sedang menempuh pendidikan di Belanda, dan akan kembali lagi ke Indonesia pada Januari 2011.

15 mahasiswa IMPoME tahun kedua Unsri telah mulai belajar di Unsri sejak Mei 2010. Mereka mengikuti kelas pemantapan bahasa Inggris di Laboratorium Bahasa Pascasarjana Unsri selama tiga bulan (Mei-Juli 2010), lalu mulai aktif mengikuti perkuliahan di Pascasarjana Unsri sejak Agustus 2010. Mahasiswa yang memenuhi persyaratan akan berangkat ke Belanda pada Januari 2011.

Pendaftaran IMPoME tahun ketiga dibuka hingga 20 Januari 2011. Informasi mengenai IMPoME dapat dilihat di Brosur IMPoME ini.

Para calon dosen yang akan mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa IMPoME ini harus melengkapi Formulir Pendaftaran, mengisi Curriculum Vitae (CV), serta melampirkan berbagai persyaratan lain (tertera di brosur), salah satunya adalah Surat Keterangan Calon Tenaga Akademik Baru (SK CTAB) dari rektor universitas asal. Semua berkas dapat dikirimkan ke alamat berikut ini.

Prof. R.K. Sembiring, IP-PMRI, Gedung Basic Sciences Center A, Institut Teknologi Bandung (ITB), Jalan Ganesha No. 10 Bandung.

22
Nov
10

Seminar Nasional Pendidikan dan Lomba Melek Matematika

Palembang, 16 Oktober 2010. Dalam rangka memeriahkan ulang tahun emas Universitas Sriwijaya, Program Studi Pendidikan Matematika Pascasarjana Universitas Sriwijaya menyelenggarakan Seminar Nasional Pendidikan dan Lomba Melek Matematika (LMM) tingkat SMP/MTs se-Sumbagsel. Seminar Nasional Pendidikan ini bertema “Melalui Seminar dan HUT Emas Unsri, kita bina diri untuk menjadi pendidik yang menginspirasi.”

Seminar Nasional Pendidikan dan LMM

Seminar Nasional Pendidikan dan LMM

LMM diselenggarakan pada tanggal 15-16 Oktober 2010, diikuti oleh 24 sekolah tingkat SMP/MTs se-Sumbagsel. Final LMM diselenggarakan pada 16 Oktober 2010, bersamaan dengan Seminar Nasional Pendidikan. Berbeda dengan lomba matematika tingkat sekolah lainnya, LMM menguji siswa untuk menyelesaikan permasalahan matematika yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari, sedikit menyerupai soal-soal yang diujikan pada PISA (Program of International Students Assessment). Pada lomba LMM perorangan, juara pertama dan ketiga direbut oleh dua orang siswa dari SMP Xaverius 1 Palembang, sementara juara kedua diraih oleh siswa dari SMP Negeri 1 Palembang. Sedangkan pada lomba beregu, juara pertama, kedua, ketiga berturut-turut diraih oleh tim SMP Xaverius 1 Palembang, SMP Negeri 1 Palembang, dan SMP Xaverius Maria Palembang.

Beberapa pembicara  di seminar ini adalah Bupati Kabupaten Musi Rawas, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Direktur Pascasarjana Unsri, dan Ketua Program Studi Pendidikan Matematika Unsri.

12
Okt
10

Games Matematika Realistik Online

Sebagian besar siswa sekolah dasar dan sekolah menengah hanya menghabiskan waktu sekitar 5 – 7 jam di sekolah. Di luar jam sekolah, apakah yang dilakukan siswa? Apakah mereka belajar?

Salah satu cara untuk menarik perhatian siswa belajar matematika di rumah adalah melalui permainan online. Freudenthal Instituut mengembangkan dua buah permainan matematika yang sekaligus dapat memotivasi siswa belajar matematika. Website permainan matematika online yang dikembangkan Freudenthal Instituut tersebut adalah Rekenweb dan Th!nklets.

Di dalam situs permainan online tersebut terdapat beberapa permainan (applet) yang dibuat menggunakan aplikasi Java. Permainan-permainan matematika tersebut berkaitan dengan teori bilangan, pengukuran, geometri, dan aljabar.

12
Okt
10

Bermain ‘Tepuk atau Tidak’ Sekaligus Belajar KPK

Salah satu karakteristik pembelajaran matematika menggunakan Pembelajaran Matematika Realistik Indonesia (PMRI) adalah the use of context, atau penggunaan konteks. Konteks adalah kondisi real yang dapat membantu siswa membayangkan serta memahami konsep yang akan diajarkan. Konteks merupakan jembatan antara kondisi nyata dengan konsep matematika formal yang dipelajari siswa.

Sebagian besar guru di sekolah dasar menganggap bahwa implementasi PMRI dalam pembelajaran matematika di kelas tidaklah mudah. Disamping susah untuk menemukan konteks yang sesuai dengan konsep, mereka mengira bahwa aktivitas-aktivitas informal yang dilakukan sebelum masuk ke tahap formal membutuhkan waktu yang lama, sehingga mereka khawatir tidak dapat menyelesaikan seluruh materi yang harus diajarkan tepat waktu. Padahal, mencari konteks yang sesuai dengan konsep matematika tidaklah susah, bahkan cenderung murah.

Untuk mempelajari materi Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) di kelas empat sekolah dasar, materi prasyarat yang semestinya sudah dikuasai siswa adalah perkalian atau penjumlahan berulang. Dengan demikian siswa dapat dengan mudah mencapai tujuan pembelajaran, yakni mampu menentukan kelipatan dari sebuah bilangan, mampu menentukan kelipatan persekutuan dari dua buah bilangan, serta mampu menentukan kelipatan persekutuan yang terkecil dari dua buah bilangan tersebut.

Tanpa menggunakan alat peraga, siswa dan guru dapat bermain sekaligus belajar matematika. Nama permainan ini adalah Tepuk atau Tidak. Siswa dibagi menjadi dua kelompok besar. Aturan permainannya adalah siswa kelompok pertama hanya boleh bertepuk tangan setiap tiga detik, sedangkan siswa di kelompok kedua hanya boleh bertepuk tangan setiap empat detik. Guru berperan sebagai pemberi aba-aba, dengan menghitung mulai dari satu hingga bilangan tertentu dengan kecepatan konstan. Permainan ini membutuhkan kekompakan intern anggota kelompok dan juga konsentrasi.

Kelompok pertama akan mulai bertepuk pada hitungan ketiga dan kelompok kedua mulai berhitung pada hitungan keempat. Jika siswa belum dapat kompak bertepuk tangan pada saat mereka seharusnya bertepuk tangan, ulangi permainan hingga siswa kompak. Beri waktu kepada setiap kelompok untuk berdiskusi pada detik berapa saja mereka seharusnya bertepuk. Setelah beberapa kali pengulangan, siswa akan menyadari bahwa siswa pada kelompok pertama bertepuk setiap hitungan ke-3, 6, 9, 12, 15, 18, …, sementara siswa pada kelompok kedua bertepuk setiap hitungan ke-4, 8, 12, 16, 20, … .

Siswa akan menemukan bahwa barisan bilangan-bilangan tersebut membentuk barisan kelipatan 3 dan 4. Mereka juga akan mengetahui bahwa kelipatan yang sama tersebut disebut kelipatan persekutuan, dan pada akhirnya mereka dapat menentukan mana kelipatan persekutuan yang terkecil (KPK) dari kedua bilangan tersebut.

Menemukan konteks yang dapat dengan mudah dipahami siswa tidaklah terlalu sulit. Dengan memanfaatkan media yang tersedia, atau dengan bermain yang cukup membutuhkan kesepakatan antara guru dengan siswa. Selama konteks yang dipilih sesuai dengan konteks, pembelajaran matematika dapat berlangsung menyenangkan dan bermakna.




Koordinator

Blog Stats

  • 49,628 hits

Kalender

April 2017
S S R K J S M
« Jan    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Arsip